MESIR
MALAYSIA

Renungan....

~saHabaTku~

Kulayarkan kerinduan di lautan memori Mengimbau kenangan indah yang menyentuh emosi Masih segar di ingatan saat mesra berputik Hadirmu bawa sinaran cahaya inspirasi Sahabat kau sesungguhnya Temanku di kala suka dan lara Tika ku buntu diselubungi sendu Kau tiupkan ketabahan untuk ku ukir senyuman Bagaikan embun hilang diterbit fajar Kau pergi jauh mengejar cita Menggapai redha yang ESA Duhai sahabat dengarkanlah Bicara hati ini Meskipun jarak memisahkan Namun tiada noktah kasih Biarlah waktu menentukan Nilai ukhwah yang terjalin Terusakanlah perjuangan Hingga ketitisan darah yang terakhir Dan aku...masih di sini Terus mendaki puncak tertinggi hidupku Dan aku...terus menanti Saat yang manis akan berulang kembali Sahabat...
Photobucket
Photobucket
Photobucket

Al-Azhar Asy-Syarif

Komuniti Blogger Azhari
Egypt Top Blogs
link by © putra_AbadA™
Photobucket

HarakahDaily.Net

Photobucket



© Cinta Agung


real_student:

Isnin, 30 Mac 2009

Isnin, Mac 30, 2009

Imam Nawawi ( 631 H - 676 H )

putra_abada Add comments


Pasti sudah banyak sudah mendengar namanya, karena Imam an-Nawawi sangat terkenal dengan bukunya Riyadhus Shalihin. Nama lengkapnya adalah Syekh Imam ‘Allaamah (ulama besar) Muhyiddin Abu Zakariya Yahya bin Syaraf bin Murry bin Hasan bin Husain bin Hizam bin Muhammad bin Jum’ah an-Nawawi asy-Syafi’i. Beliau adalah Syaikhul Islaam (Guru besar Islam), penyeru kepada jalan orang-orang yang menempuh jalan Allah. Beliau juga dikenal sebagai tokoh penting yang menulis mazhab (Syafi-i), sekaligus merevisi dan menyusunnya.




Imam an-Nawawi rahimahumullah, lahir pada tanggal 10 Muharram 631 H di Nawa (sebuah desa di wilayah Syam, tepatnya bagian dari kawasan Damascus). Beliau berpindah ke kota Damascus pada tahun 649 H dan diangkat sebagai pengajar di Darul Hadits al-Asyrafiyyah pada tahun 665 H. Beliau melaksanakan ibadah haji dua kali.

Di penghujung usianya, beliau pernah pulang ke kampung halamannya dan sempat berkunjung ke kota Quds dan al-Khalil, kemudian kembali ke kampung halamannya dan langsung jatuh sakit saat berkumpul bersama kedua orang tuanya. Imam an-Nawawi meninggal pada malam Rabu, 6 Rejab 676 H dan dimakamkan di kampong halamannya sendiri.

Masa Pertumbuhan

Imam an-Nawawi dibesarkan di desa kelahirannya. Ayahnya adalah penduduk pribumi dan menetap di sana. Di desanya itulah Imam an-Nawawi belajar Al-Qur-an dan berguru kepada beberapa ulama. Beliau mempelajari berbagai disiplin ilmu. Pada perkembangannya, beliau diangkat sebagai staf pengajar di Darul Hadits al-Asyrafiyyah di kota Damascus. Uniknya, beliau tidak pernah mengambil gaji dari pekerjaannya itu sampai meninggal.

Imam an-Nawawi menyelesaikan pelajaran dari kitab at-Tanbiih selama empat setengah bulan dan berhasil menghafal seperempat isi kitab al-Muhadzdzab pada tujuh setengah bulan. Selama hampir dua tahun, beliau tidak pernah berbaring (tidur terbaring). Dalam sehari semalam, beliau mempelajari 12 pelajaran dari berbagai disiplin ilmu dengan beberapa guru.

Keistimewaan Imam an-Nawawi

Sejak kecil, Imam an-Nawawi tidak suka bermain, melainkan menghabiskan waktunya untuk belajar Al-Qur’an dengan serius. Beliau khatam Al-Qur’an saat baru akan menginjak usia baligh.

Selain itu, beliau dikenal kuat dalam mengamalkan ilmu dan hidup zuhud, dan sangat sabar menjalani kehidupan yang serba kekurangan. Beliau juga jarang tidur malam, rajin beribadah dan menulis. Imam an-Nawawi konsisten dalam mengerjakan al-Amr bil ma’ruf wan nahy ’anil munkar (menyeru kepada kebenaran dan mencegah kemungkaran) baik kepada para raja maupun bawahannya. Sementara dalam berdialog dengan para ulama, beliau melakukannya dengan tenang dan teduh. Singkatnya, setiap waktu dilalui oleh Imam an-Nawawi tidak lepas dari ketaatan dan ibadah kepada Allah swt.

Karya

Imam an-Nawawi menulis sejumlah kitab. Adapun kitab yang di hasilkannya adalah:

* Ar-Raudah (Raudhatuh Thaalibiin)
* Al-Minhaaj
* Daqaa’iqul Minhaaj
* Al-Manaasik ash-Sughraa
* Al-Manaasikul Kubraa
* At-Tibyaan
* Tashhiihut-Tanbiih
* Nukat ’alat-Tanbiih
* Al-Fataawaa
* Syarh Muslim
* Al-Adzkaar
* Riyaadush-Shaalihiin
* Al-Arba’uun Haditsan
* Thabaqaatul Fuqahaa’
* Tahdziibul Asmaa’ wal Lughaat
* Tashniif fil Istisqaa’ wa fii Istihbaabil Qiyaam wa Nahwiha
* Qismatul Ghanaa’im

Ada juga beberapa karya Imam an-Nawawi yang tidak sempat disempurnakankan:

* Syarhul Muhadzdzab (sampai kepada pembahasan masalah Rabaa’)
* At-Tahqiiq (sampai kepada pembahasan shalat musafir)
* Tuhfatut Thaalib an-Nabiih (sampai kepada pembahasan shalat)
* Al-Isyaaraat ilaa maa waqa’a fir Raudhah minal Asmaa’ wal Ma’aanii wal Lighaat (sampai kepada pembahasan masalah shalat).




0 ulasan

Catat Ulasan (Old Form)

PhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucket Jutaan Terima kasih kepada semua sahabat yang telah memberi award kepada putra_AbadA

Pengikut

Apa pandangan antum pada blog ini?
Mumtaz
Jaid jiddan
Jaid
Maqbul
Dhoif
  
pollcode.com free polls